Menurut Joseph Fourier, efek rumah kaca merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Efek rumah kaca antara planet / satelit satu dengan yang lain berbeda-beda tergantung dari keberadaan atmosfer yang menyelimuti planet / satelit tersebut. Bisa dikatakan bahwa planet / satelit yang tidak memiliki atmosfer tidak memilki efek rumah kaca, contohnya adalah satelit bumi yaitu bulan. Efek rumah kaca dapat menunjuk dua hal yang berbeda yaitu efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia.
Penyebab Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca disebabkan oleh kenaikan konsentrasi gas CO2 dan gas-gas lainnya di atmosfer. Seperti yang kita ketahui bahwa sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari dalam bentuk gelombang pendek, termasuk juga cahaya tampak. Ketika energi tersebut sampai di permukaan bumi, energi tersebut berubah dari cahaya menjadi panas yang berfungsi untuk menghangatkan bumi. Meskipun demikian energi panas matahari tersebut tidak seluruhnya diserap oleh bumi, tetapi sebagian dari panas tersebut akan dipantulkan kembali oleh awan dan permukaan bumi ke luar angkasa dalam wujud radiasi infra merah. Namun sebagian infra merah tersebut tetap terperangkap oleh atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas gas rumah kaca, gas-gas rumah kaca tersebut antara lain uap air, CO2, sulfur dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas dari atmosfer terutama uap air dan CO2 adalah penyerap-penyerap yang selektif (memilah-milah), yakni uap air dan CO2 tersebut membiarkan cahaya matahari yang tampak melewatinya, tapi mereka menyerap untuk memerangkap radiasi infra merah tertentu. Hal ini membantu untuk menahan energi panas bumi sehingga bumi tidak mengalami kenaikan ataupun punurunan temperatur secara ekstrim.
Selain dari prose alami yang terjadi di bumi, efek rumah kaca juga dapat disebabkan oleh menipisnya lapisan ozon yang diakibatkan oleh CFC dan adanya aktivitas manusia terutama yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batu bara), penggunaan alat elektronik, pembakaran lahan dan hutan.
Dampak Efek Rumah Kaca
Akibat dari efek rumah kaca bisa bersifat positif maupun negatif.
Efek positif
Efek rumah kaca membantu dalam menahan energi panas bumi sehingga temperatur bumi tidak naik turun. Hal ini sangat diperlukan oleh semua makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpa adanya efek rumah kaca maka planet ini akan menjadi sangat dingin bahkan seluruh permukaan bumi akan terselimuti oleh es.
Efek negatif
Efek rumah kaca disebabkan oleh kenaikan konsentrasi gas CO2 dan gas-gas lainnya di atmosfer. Jika gas-gas tersebut konsentrasinya berlebihan di atmosfer, maka gelombang panas yang dipantulkan dan diserap oleh gas-gas tersebut juga semakin tinggi dan energi panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi yang mengakibatkan pemanasan. Apabila kondisi ini terjadi secara terus-menerus maka suhu rata-rata tahunan bumi akan terus meningkat sehingga akan mengakibatkan pemanasan global. Berikut adalah efek yang ditimbulkan akibat peningkatan suhu bumi :
- Perubahan iklim dan cuaca yang sangat ekstrim
- Pemanasan global yang mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub sehingga permukaan air laut semakin naik
- Meningkatnya suhu akan menikkan permukaan laut sehingga mengurangi pasokan air tawar sebagai akibat dari banjir yang terjadi di sepanjang garis pantai di seluruh dunia sehingga air garam mencapai daratan
- Banyak spesies di dunia terancam punah karena suhu yang meningkat mengubah habitat mereka
- Dengan adanya kenaikan permukaan air laut, maka daratan di bumi akan berkurang, bahkan ada pulau yang tenggelam dan lenyap
- Perubahan cuaca yang tidak stabil akan mengakibatkan kemarau yang panjang yang dapat menyebabkan kebakaran hutan yang akan mengancam kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia
Upaya Mengurangi Efek Rumah Kaca
Sebagian besar penduduk dunia telah merasakan perubahan suhu dan cuaca yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Perubahan cuaca secara ekstrim terjadi akibat pemanasan global yang disebabkan faktor peningkatan emisi karbon akibat pembakaran bahan bakar fosil yang kecenderungan menimbulkan efek rumah kaca. Hal ini memicu banyak negara, masyarakat dan individu untuk mengambil tindakan secara nyata untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan emisi karbon akibat pembakaran bahan bakar fosil.
Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk mengurangi efek rumah kaca, antara lain :
- Hemat energi listrik dengan menggunakan penerangan yang seperlunya dengan lampu yang hemat energi
- Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor
- Menghentikan penebangan pohon
- Penanaman pohon (reboisasi) sehingga dapat menyerap emisi gas rumah kaca
- Pembangunan rumah atau gedung dengan banyak akses masuk cahayanya, sehingga penggunaan listrik dapat dihemat
- Pengolahan limbah domestik, limbah cair dan B3 untuk mengurangi emisi karbon
Butuh usaha yang keras untuk mengatasi efek rumah kaca dan pemanasan global, dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Sebagai warga dunia, sudah selayaknya kita menjaga kelestarian bumi ini demi kelangsungan hidup kita semua. Marilah kita bersama-sama bahu-membahu menyelamatkan bumi ini dari kehancuran demi kelestarian dan keselamatan generasi kita di masa depan. Terima kasih (Titik Sulastri)
Sumber :
No comments:
Post a Comment