Pages

Tuesday, July 16, 2013

Efek Rumah Kaca

Menurut Joseph Fourier, efek rumah kaca merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Efek rumah kaca antara planet / satelit satu dengan yang lain berbeda-beda tergantung dari keberadaan atmosfer yang menyelimuti planet / satelit tersebut. Bisa dikatakan bahwa planet / satelit yang tidak memiliki atmosfer tidak memilki efek rumah kaca, contohnya adalah satelit bumi yaitu bulan. Efek rumah kaca dapat menunjuk dua hal yang berbeda yaitu efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia.
Penyebab Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca disebabkan oleh kenaikan konsentrasi gas CO2 dan gas-gas lainnya di atmosfer. Seperti yang kita ketahui bahwa sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari dalam bentuk gelombang pendek, termasuk juga cahaya tampak. Ketika energi tersebut sampai di permukaan bumi, energi tersebut berubah dari cahaya menjadi panas yang berfungsi untuk menghangatkan bumi. Meskipun demikian  energi panas matahari tersebut tidak seluruhnya diserap oleh bumi, tetapi sebagian dari panas tersebut akan dipantulkan kembali oleh awan dan permukaan bumi ke luar angkasa dalam wujud radiasi infra merah. Namun sebagian infra merah tersebut tetap terperangkap oleh atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas gas rumah kaca, gas-gas rumah kaca tersebut antara lain uap air, CO2, sulfur dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas dari atmosfer terutama uap air dan CO2 adalah penyerap-penyerap yang selektif (memilah-milah), yakni uap air dan CO2 tersebut membiarkan cahaya matahari yang tampak melewatinya, tapi mereka menyerap untuk memerangkap radiasi infra merah tertentu. Hal ini membantu untuk menahan energi panas bumi sehingga bumi tidak mengalami kenaikan ataupun punurunan temperatur secara ekstrim.
Selain dari prose alami yang terjadi di bumi, efek rumah kaca juga dapat disebabkan oleh menipisnya lapisan ozon yang diakibatkan oleh CFC  dan adanya aktivitas  manusia terutama yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batu bara), penggunaan alat elektronik, pembakaran lahan dan hutan.

Dampak Efek Rumah Kaca
Akibat dari efek rumah kaca bisa bersifat positif maupun negatif.
Efek positif
Efek rumah kaca membantu dalam menahan energi panas bumi sehingga  temperatur bumi tidak naik turun. Hal ini sangat diperlukan oleh semua makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpa adanya efek rumah kaca maka planet ini akan menjadi sangat dingin bahkan seluruh permukaan bumi akan terselimuti oleh es.
Efek negatif
Efek rumah kaca disebabkan oleh kenaikan konsentrasi gas CO2 dan gas-gas lainnya di atmosfer. Jika gas-gas tersebut  konsentrasinya berlebihan di atmosfer, maka gelombang panas  yang dipantulkan  dan diserap oleh gas-gas tersebut juga semakin tinggi dan energi panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi yang mengakibatkan pemanasan. Apabila kondisi ini terjadi secara terus-menerus maka suhu rata-rata tahunan bumi akan terus meningkat sehingga akan mengakibatkan pemanasan global. Berikut adalah efek yang ditimbulkan akibat peningkatan suhu bumi :
-          Perubahan iklim dan cuaca yang sangat ekstrim
-          Pemanasan global yang mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub sehingga permukaan air laut semakin naik
-          Meningkatnya suhu akan menikkan permukaan laut sehingga mengurangi pasokan air tawar sebagai akibat dari banjir yang terjadi di sepanjang garis pantai di seluruh dunia sehingga air garam mencapai daratan
-          Banyak spesies di dunia terancam punah karena suhu yang meningkat mengubah habitat mereka
-          Dengan adanya kenaikan permukaan air laut, maka daratan di bumi akan berkurang, bahkan ada pulau yang tenggelam dan lenyap
-          Perubahan cuaca yang tidak stabil akan mengakibatkan kemarau yang panjang yang dapat menyebabkan kebakaran hutan yang akan mengancam kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia

Upaya Mengurangi Efek Rumah Kaca
Sebagian besar penduduk dunia telah merasakan perubahan suhu dan cuaca yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Perubahan cuaca secara ekstrim terjadi akibat pemanasan global yang disebabkan faktor peningkatan emisi karbon akibat pembakaran bahan bakar fosil yang kecenderungan menimbulkan efek rumah kaca. Hal ini memicu banyak negara, masyarakat dan individu untuk mengambil tindakan secara nyata untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan  emisi karbon akibat pembakaran bahan bakar fosil.
Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk mengurangi efek rumah kaca, antara lain :
-          Hemat energi listrik dengan menggunakan penerangan yang seperlunya dengan lampu yang hemat energi
-          Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor
-          Menghentikan penebangan pohon
-          Penanaman pohon (reboisasi) sehingga dapat menyerap emisi gas rumah kaca
-          Pembangunan rumah atau gedung dengan banyak akses masuk cahayanya, sehingga penggunaan listrik dapat dihemat
-          Pengolahan limbah domestik, limbah cair dan B3 untuk mengurangi emisi karbon

Butuh usaha yang keras untuk mengatasi efek rumah kaca dan pemanasan global, dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Sebagai warga dunia, sudah selayaknya kita menjaga kelestarian bumi ini demi kelangsungan hidup kita semua. Marilah kita bersama-sama bahu-membahu menyelamatkan bumi ini dari kehancuran demi kelestarian dan keselamatan generasi kita di masa depan. Terima kasih (Titik Sulastri)


Sumber :

Memanfaatkan Teknologi Untuk Pengolahan Limbah

Limbah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena limbah merupakan hasil buangan dari aktivitas manusia, baik skala rumah tangga maupun industri. Seiring dengan perkembangan jaman, jumlah sampah yang dihasilkan oleh manusia mengalami peningkatan dan menjadi masalah yang harus dihadapi oleh manusia sendiri. Hal ini dikarenakan banyaknya pencemaran lingkungan yang terjadi yang diakibatkan oleh sampah, sehingga mengganggu kenyamanan dan bahkan kesehatan manusia dan lingkungan sekitar. Seiring dengan perkembangan teknologi, teknologi pengolahan sampah pun mulai dikembangkan guna mengatasi masalah penumpukan sampah yang ada di kota-kota besar di dunia.
Limbah B3 merupakan salah satu contoh limbah yang dihasilkan oleh manusia, dalam hal ini biasanya berasal dari limbah industry yang kandungan zat-zat berbahanya sangat tinggi sehingga sangat tidak aman badi kehidupan manusia dan lingkungan. Di negara maju seperti Jepang, limbah B3 tersebut dapat diolah menjadi listrik. Hal ini tentunya tak lepas dari peran teknologi yang diterapkan dalam proses pengolahan limbah tersebut. Sebuah perusahaan Jepang,yaitu DOWA, menawarkan teknologi dengan sistem pembakaran dimana limbah tersebut dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi untuk menghasilkan energi guna membangkitkan listrik. Bahkan teknologi yang ditawarkan cukup ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang sangat rendah dan dapat mengolah jenis limbah apapun dengan teknologi yang cukup terdepan. Perlu diketahui juga bahwa DOWA juga memilki pengolahan limbah di Indonesia, tepatnya di daerah Cileungsi, Bogor.
Teknologi pengolahan limbah B3 sendiri di industri ada beberapa metode yang paling popular digunakan, antara lain adalah:
-          Chemical Conditioning
Tujuan dari teknologi ini adalah untuk menstabilkan senyawa-senyawa organic yang ada di dalam lumpur, mereduksi volume air, mendestruksi organisme pathogen sehingga lumpur yang dilepas ke lingkungan dalam keadaan aman.
-          Solidification / Stabilization
Tujuan dari stabilisasi adalah untuk menurunkan laju migrasi bahan pencemar dari limbah serta untuk mengurangi toksisitas limbah tersebut.
-          Incineration
Dengan teknologi insinerasi dapat mengurangi volume dan massa limbah hingga sekitar 90% (volume) dan 75% (berat/massa). Kelebihan dari teknologi ini adalah sebagian besar dari komponen limbah B3 dapat dihancurkan dan limbah berkurang dengan cepat, serta lahan yang diperlukan relative kecil.
Selain teknologi di atas ada juga teknologi lain yang dapat digunakan untuk pengolahan limbah, yaitu teknologi Membrane Bioreactor (MBR). MBR merupakan teknologi pengolahan limbah yang mengkombinasikan proses biologis untuk mendegradasi limbah dan proses membrane untuk pemisahan biomassa. Di beberapa negara yang telah menggunkan sistem membran ini terbukti mampu menghasilkan kualitas hasil olahan (kadar BOD & COD) yang relatif lebih baik dibandingkan dengan sistem konvensional. Di samping itu, dengan teknologi MBR ini berarti kita melakukan dua hal sekaligus, yaitu mengolah air limbah dana mendaur ulang sehingga menghasilkan air dengan kualitas baik dan dapat digunakan kembali.
Di Indonesia, UGM berhasil mengembangkan teknologi pengolahan limbah menjadi biogas. Dari biogas yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai bahan bakar penggerak generator listrik. Pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi biogas ini berkerja sama dengan Pemerintah Swedia dan University of Boras, Swedia. Hingga tahun 2011, sekitar 30 % energi listrik  di Swedia yang digunakan untuk menghidupkan pendingin ruangan  disuplai dari biogas yang berasal dari limbah buah. Selain itu, biogas juga digunakan untuk bahan bakar transportasi publik.
Dengan dikembangkannya beberapa teknologi dalam pengolahan limbah, tentunya sangat memberikan dampak yang positif bagi manusia. Dengan adanya teknologi tersebut maka limbah atau sampah yang biasanya hanya dibuang begitu saja dapat diolah dan dimanfaatkan kembali untuk kehidupan sehingga tidak ada energi yang terbuang dengan sia-sia.

Sumber :

Canggihnya Media Komunikasi Saat Ini

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu ingin bersosialisasi dan berinteraksi dengan satu sama lain, dimana media yang digunakan untuk melakukan sosialisasi dan interaksi tersebut adalah dengan komunikasi. Dengan adanya komunikasi maka kita dapat saling bertukar informasi atau pun sebagai media untuk menjalin suatu hubungan sosial dengan sesama. Ada beragam manfaat lain dari komunikasi itu sendiri,  contohnya adalah sebagai media untuk menyampaikan ide dan gagasan atau sebagai tahap awal untuk menjalin suatu kerjasama dengan sesama.
Pada awalnya perkembangan media komunikasi tidaklah secanggih seperti sekarang ini. Sejalan dengan perkembangan zaman, media komunikasi juga mengalamai perkembangan dari masa ke masa. Hal ini dikarenakan adanya dorongan dari manusia untuk menciptakan media komunikasi yang yang lebih efisien dan efektif untuk mendapatkan informasi yang lebih mudah dan maksimal serta dengan waktu yang singkat. Dimulai dari media kominukasi yang paling sederhana hingga media komunikasi yang paling canggih seperti sekarang ini.
Perkembangan teknologi komunikasi diawali dengan ditemukannya alat cetak pada tahun 1041 di Cina. Penemuan tersebut kemudian disempurnakan oleh seorang yang berkebangsaan Jerman yaitu Johann Gutenberg sehingga sejak saat itu industri percetakan mulai berkembang  hingga saat ini, seperti surat kabar dan majalah. Sedangkan untuk mengantar surat atau pesan, pada mulanya digunakan merpati pos yang pertama kali digunakan oleh Sultan Bagdad Nuruddin di tahun 1416. Kemudian diikuti dengan berbagai penemuan alat komunikasi yang lebih canggih seperti telegraf yang dapat mengirim dan menerima pesan dari jarak jauh, telepon dan telegram.
Saat ini media komunikasi sudah berkembang cukup pesat. Surat elektronik atau yang lebih sering disebut dengan e-mail dan juga internet sudah menjadi bagian hidup kita sehari-hari. E-mail sudah mulai digunakan di tahun 1960-an dan bahkan saat ini keberadaanya mulai menggantikan jasa pos. Hal ini dikarenakan dengan menggunkan e-mail maka pesan dapat dikirim dan diterima dalam waktu yang cukup singkat bahkan dalam hitungan detik atau menit. Dengan e-mail, kita dapat mengirimkan dokumen, foto, atau bahkan video.
Selain e-mail, penemuan media komunikasi yang paling penting adalah internet. Interconnection-networking atau yang sering disebut dengan internet merupakan sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung dengan menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP), dimana di dalamnya terdapat jutaan (bahkan milyaran) informasi atau data yang dapat berupa teks, grafik, audio maupun animasi lainnya dalam bentuk media elektronik. Dengan adanya internet maka kita dapat mendapatkan berbagai macam informasi dari seluruh penjuru dunia kapan saja dan dimana saja. Bahkan dewasa ini, e-mail atau pun internet dapat langsung kita akses dari handphone kita. Hal ini menggambarkan bahwa seolah-olah dunia ini berada dalam genggaman tangan kita, hanya dengan satu sentuhan atau satu klik saja maka jendela informasi dunia sudah terbuka lebar untuk kita.
Dengan kecanggihan teknologi atau media komunikasi tersebut tentunya sangat mempermudah kehidupan kita. Kita menjadi lebih mudah berkomunikasi dengan keluarga atau teman yang jaraknya jauh dari kita, atau kita dapat mencari dan menyebarkan informasi ke seluruh penjuru dunia sebagai bentuk penyebaran ilmu kepada sesama. Mungkin di tahun-tahun mendatang seiring dengan perkembangan zaman, teknologi media komunikasi jauh akan lebih berkembang dan lebih canggih lagi dari media komunikasi yang sudah ada saat ini, dan tentunya kita juga tidak ingin ketinggalan dengan perkembangan terknologi tersebut.

Sumber :

Buah dan Nutrisinya

Nutrisi atau yang sering dikenal dengan gizi, merupakan substansi organik yang sangat penting  yang dibutuhkan oleh organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Apabila kebutuhan nutrisi tubuh dapat terpenuhi secara optimal, terbukti dapat mencegah dan menangani stress oksidatif sehingga membantu dalam pencegahan berbagai macam penyakit kronis. Karena itulah mengapa nutrisi sangat erat kaitannya dengan kesehatan yang optimal dan peningkatan kualitas hidup seseorang. Adapun salah satu cara untuk memenuhi asupan nutrisi tubuh dapat diperoleh dengan mengkonsumsi buah-buahan.
Buah-buahan dikenal sebagai salah satu bahan pangan yang kaya akan nutrisi karena kandungan vitamin, mineral, serta anti-oksidan yang sangat tinggi. Ada beragam jenis buah dengan beragam kandungan nutrisi dan manfaatnya. Di dalam buah-buahan banyak terkandung vitamin A (beta-karoten),  vitamin B, vitamin C, vitamin E, magnesium, zinc, fosfor, dan asam folat. Buah-buahan juga mengandung banyak serat serta bebas kolesterol atau kandungan kolesterolnya sangat sedikit sekali sehingga dapat mengurangi resiko terkena serangan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Di samping itu, tingginya kandungan anti-oksidan pada buah-buahan turut memberi manfaat dalam menjaga tubuh dari stress oksidatif, kanker, dan penyakit lainnya.
Seperti yang diketahui bahwa buah-buahan kaya akan vitamin, dan antara buah yang satu dengan yang lain memilki kandungan vitamin yang berbeda-beda. Buah aprikot memiliki kandungan vitamin A paling tinggi diantara buah-buahan yang lain, dimana vitamin A berfungsi untuk menjaga kesehatan mata. Buah pisang memiliki kandungan vitamin B6 tertinggi, vitamin ini dibutuhkan untuk membuat serotonin dalam otak. Sedangkan buah jambu biji memiliki kandungan vitamin C yang jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan buah jeruk. Sementara buah alpukat memilki kandungan vitamin E tertinggi sehingga buah ini sering digunakan dalam pembuatan sabun kecantikan.
Buah-buahan merupakan bahan pangan yang paling alami, namun apabila dikonsumsi secara berlebihan maka akan menimbulkan efek yang negatif bagi tubuh. Hal ini dikarenakan ada beberapa jenis buah yang memiliki kadar gula yang tinggi. The American Heart Association merekomendasikan konsumsi gula tidak lebih dari 26 gram per hari untuk wanita, dan 36 gram untuk pria. Sedangkan menurut database US Department of Agriculture mengungkapan bahwa pada setiap 100 gram, buah anggur memilki kandungan gula sebesar 16.25 gram, delima mengandung 16.57 gram gula, mangga mengandung 14.80 gram gula, buah pisang memilki 12.23 gram, ceri mengandung gula sebesar 12.82 gram, dan apel mengandung 10.39 gram, dimana setiap 4 gram gula setara dengan satu sendok gula biasa. Apabila jumlah gula yang kita konsumsi berlebih maka mengakibatkan kerusakan gigi dan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung dan kolesterol tinggi.
Maka dari itu, untuk menghindari efek negatif yang ditimbulkan oleh buah-buahan sebaiknya jangan mengkonsumsi buah-buahan secara berlebihan. US Department of Agriculture menganjurkan untuk mengkonsumsi buah dalam porsi yang ideal, yaitu dua cangkir per hari. Tetapi porsi tersebut bisa lebih atau kurang, tergantung dari jenis buah yang dikonsumsi. Dan satu hal yang perlu diingat bahwa semua jenis buah sangat bagus untuk tubuh, asal dikonsumsi dengan benar dan jumlah yang tepat maka buah akan memberikan efek yang sangat positif bagi tubuh karena akan membantu memenuhi kebutuhan akan vitamin, mineral, serat, dan anti-oksidan.

Sumber :

Lindungi Hutan Kita

Hutan merupakan salah aset penting dalam menjaga kelestarian kehidupan di Bumi. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki areal hutan yang sangat luas  Hutan sendiri memiliki beragam manfaat bagi kehidupan. Selain memberi manfaat yang begitu besar bagi umat manusia, hutan juga berfungsi sebagai habitat berbagai macam  flora dan fauna. Hutan sendiri sebagai paru-paru dunia dan keberadaan hutan sangat membantu dalam menstabilkan iklim dunia.
Beberapa tahun terakhir ini masalah pemanasan global sudah menjadi topik hangat yang selalu diperbincangkan di seluruh penjuru dunia. Salah satu penyebab dari pemanasan global tersebut adalah karena makin berkurangnya wilayah hutan di seluruh dunia. Tingginya tingkat pertambahan populasi dunia turut serta dalam pengurangan areal hutan di dunia. Banyaknya pembukaan lahan di wilayah hutan kian mempersempit luas hutan yang ada. Sebagai akibatnya, banyak hutan-hutan di dunia yang berlalih fungsi menjadi tempat pemukiman, pertanian, perkebunan, dan yang lainnya. Tak cukup sampai di situ, akhir-akhir ini pembalakan liar makin merajalela. Hal ini tidak hanya terjadi di hutan Indonesia, tetapi juga menimpa hutan-hutan yang ada di belahan Bumi yang lain. Hutan-hutan gundul yang ada di Indonesia kian hari kian meluas saja.
Begitu banyak dampak yang ditimbulkan oleh berkurangnya luas hutan di Indonesia. Banyaknya bencana alam yang melanda bangsa ini adalah salah satu bentuk akibat dari rusaknya hutan di negeri ini. Mulai dari bencana banjir, tanah longsor, bahkan sampai punahnya beberapa satwa dan spesies tumbuhan langka. Hal tersebut tentu saja sangat merugikan kita semua. Tidak hanya itu, efek jangka panjang dari rusaknya hutan tersebut juga wajib kita waspadai. Jika kita amati, beberapa tahun terakhir suhu bumi kian hari kian panas, gunung-gunung es di daerah kutub perlahan-lahan mulai meleleh, permukaan air laut makin meninggi sebagai akibat melelehnya gunung es, menghilangnya beberapa pulau kecil karena banjir, serta iklim yang tidak menentu. Fenomena-fenomena tersebut terjadi karena dampak dari pemanasan global yang tidak lain diakibatkan karena rusaknya hutan di dunia.
Mengetahui dampak-dampak yang ditimbulkan oleh rusaknya hutan membuat kita berfikir bagaimana jadinya apabila hutan di dunia ini benar-benar lenyap dari permukaan Bumi. Hanya memikirkannya saja sudah membuat kita takut, dengan menghilangnya hutan membuat kita bertanya-tanya mungkinkah kehidupan di bumi ini akan terus bertahan tanpa adanya hutan? Maka dari itu, sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk turut serta dalam menjaga kelestarian hutan di sekitar kita. Bukan hanya kita saja yang akan menikmati keuntungannya bila hutan dapat dijaga kelestariannya, tapi generasi-generasi kita yang akan datang juga akan turut merasakannya. Karena itulah, mari kita tumbuh kembangkan rasa cinta kita terhadap hutan dengan tidak merusaknya, apalagi sampai memusnahkannya  demi kelangsungan hidup kita semua.