Pages

Tuesday, July 16, 2013

Memanfaatkan Teknologi Untuk Pengolahan Limbah

Limbah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena limbah merupakan hasil buangan dari aktivitas manusia, baik skala rumah tangga maupun industri. Seiring dengan perkembangan jaman, jumlah sampah yang dihasilkan oleh manusia mengalami peningkatan dan menjadi masalah yang harus dihadapi oleh manusia sendiri. Hal ini dikarenakan banyaknya pencemaran lingkungan yang terjadi yang diakibatkan oleh sampah, sehingga mengganggu kenyamanan dan bahkan kesehatan manusia dan lingkungan sekitar. Seiring dengan perkembangan teknologi, teknologi pengolahan sampah pun mulai dikembangkan guna mengatasi masalah penumpukan sampah yang ada di kota-kota besar di dunia.
Limbah B3 merupakan salah satu contoh limbah yang dihasilkan oleh manusia, dalam hal ini biasanya berasal dari limbah industry yang kandungan zat-zat berbahanya sangat tinggi sehingga sangat tidak aman badi kehidupan manusia dan lingkungan. Di negara maju seperti Jepang, limbah B3 tersebut dapat diolah menjadi listrik. Hal ini tentunya tak lepas dari peran teknologi yang diterapkan dalam proses pengolahan limbah tersebut. Sebuah perusahaan Jepang,yaitu DOWA, menawarkan teknologi dengan sistem pembakaran dimana limbah tersebut dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi untuk menghasilkan energi guna membangkitkan listrik. Bahkan teknologi yang ditawarkan cukup ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang sangat rendah dan dapat mengolah jenis limbah apapun dengan teknologi yang cukup terdepan. Perlu diketahui juga bahwa DOWA juga memilki pengolahan limbah di Indonesia, tepatnya di daerah Cileungsi, Bogor.
Teknologi pengolahan limbah B3 sendiri di industri ada beberapa metode yang paling popular digunakan, antara lain adalah:
-          Chemical Conditioning
Tujuan dari teknologi ini adalah untuk menstabilkan senyawa-senyawa organic yang ada di dalam lumpur, mereduksi volume air, mendestruksi organisme pathogen sehingga lumpur yang dilepas ke lingkungan dalam keadaan aman.
-          Solidification / Stabilization
Tujuan dari stabilisasi adalah untuk menurunkan laju migrasi bahan pencemar dari limbah serta untuk mengurangi toksisitas limbah tersebut.
-          Incineration
Dengan teknologi insinerasi dapat mengurangi volume dan massa limbah hingga sekitar 90% (volume) dan 75% (berat/massa). Kelebihan dari teknologi ini adalah sebagian besar dari komponen limbah B3 dapat dihancurkan dan limbah berkurang dengan cepat, serta lahan yang diperlukan relative kecil.
Selain teknologi di atas ada juga teknologi lain yang dapat digunakan untuk pengolahan limbah, yaitu teknologi Membrane Bioreactor (MBR). MBR merupakan teknologi pengolahan limbah yang mengkombinasikan proses biologis untuk mendegradasi limbah dan proses membrane untuk pemisahan biomassa. Di beberapa negara yang telah menggunkan sistem membran ini terbukti mampu menghasilkan kualitas hasil olahan (kadar BOD & COD) yang relatif lebih baik dibandingkan dengan sistem konvensional. Di samping itu, dengan teknologi MBR ini berarti kita melakukan dua hal sekaligus, yaitu mengolah air limbah dana mendaur ulang sehingga menghasilkan air dengan kualitas baik dan dapat digunakan kembali.
Di Indonesia, UGM berhasil mengembangkan teknologi pengolahan limbah menjadi biogas. Dari biogas yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai bahan bakar penggerak generator listrik. Pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi biogas ini berkerja sama dengan Pemerintah Swedia dan University of Boras, Swedia. Hingga tahun 2011, sekitar 30 % energi listrik  di Swedia yang digunakan untuk menghidupkan pendingin ruangan  disuplai dari biogas yang berasal dari limbah buah. Selain itu, biogas juga digunakan untuk bahan bakar transportasi publik.
Dengan dikembangkannya beberapa teknologi dalam pengolahan limbah, tentunya sangat memberikan dampak yang positif bagi manusia. Dengan adanya teknologi tersebut maka limbah atau sampah yang biasanya hanya dibuang begitu saja dapat diolah dan dimanfaatkan kembali untuk kehidupan sehingga tidak ada energi yang terbuang dengan sia-sia.

Sumber :

No comments:

Post a Comment